Update: Kamis, 15 Oktober 2026

INET

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

Rp 220
-5.98%
Volume
2.205.303 lot
MA 5
234
MA 20
275
RSI
14.29
High
230
Low
214
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.06%
Support (10d)
214
Resistance (10d)
282
Volume Trend (10d)
-9.8%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-39.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 90.690 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INET saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp214, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp282.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 224 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 242 - 253 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 205 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai indikator yang kadang memberikan sinyal berbeda. Sebuah saham mungkin menunjukkan RSI overbought, tetapi MACD masih bullish, dan moving average masih naik. Mana yang harus Anda percaya? Chande Trend Meter (CTM) , yang dikembangkan oleh Tushar Chande (tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator dan Qstick), adalah solusi untuk masalah ini. CTM menggabungkan beberapa indikator teknikal dalam berbagai time frame menjadi satu skor tunggal antara 0 hingga 100. Hasilnya adalah ukuran yang mudah dipahami tentang seberapa kuat tren suatu saham — tanpa harus menafsirkan puluhan indikator secara terpisah. Bagi trader yang ingin menyederhanakan proses analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, Chande Trend Meter adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Chande Trend Meter Chande Trend Meter adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  2. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  3. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  4. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  5. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  6. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  7. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  8. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  9. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  10. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

TradingView Chart - INET