Update: Senin, 6 Juli 2026

INET

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

Rp 200
+2.04%
Volume
745.283 lot
MA 5
192
MA 20
195
RSI
45.69
High
206
Low
197
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.74%
Support (10d)
178
Resistance (10d)
214
Volume Trend (10d)
-44.9%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-21.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 71.572 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INET saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp178, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp214.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 214 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 235, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 178 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham

Di pasar saham, ada sebuah istilah yang sering menjadi pegangan investor value: "Buy below book value" (beli di bawah nilai buku). Namun seberapa akurat nilai buku tersebut mencerminkan nilai yang akan Anda terima jika perusahaan dilikuidasi? Jawabannya: tidak sepenuhnya. Karena nilai buku (book value) masih mencampurkan aset-aset tak berwujud seperti goodwill, merek, paten, dan hak lisensi—yang dalam skenario likuidasi seringkali tidak bernilai apa-apa. Di sinilah Tangible Book Value per Share (TBVPS) berperan. TBVPS adalah versi yang lebih konservatif dan "keras" dari nilai buku. Ia hanya menghitung aset yang benar-benar berwujud dan bisa disentuh, kemudian membaginya dengan jumlah saham beredar. Inilah nilai minimal yang secara teoritis akan diterima pemegang saham jika perusahaan dilikuidasi hari ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang TBVPS: cara menghitung, interpretasi,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  2. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  3. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  4. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  5. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  6. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  7. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  8. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  9. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  10. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik

TradingView Chart - INET