Update: Jumat, 11 September 2026

RBMS

PT. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk.

Rp 63
+3.28%
Volume
152.082 lot
MA 5
63
MA 20
63
RSI
46.67
High
63
Low
61
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.14%
Support (10d)
60
Resistance (10d)
65
Volume Trend (10d)
-27.4%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.969 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RBMS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp60, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp65.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 57 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen

Dalam dunia investasi saham, salah satu pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: Apakah harga saham ini saat ini terbilang murah atau mahal? Untuk menjawabnya, investor menggunakan berbagai metode valuasi. Salah satu yang paling populer dan mudah dipahami, terutama untuk saham-saham yang rutin membagikan dividen, adalah Metode Gordon Growth Model (GGM). Apa Itu Metode Gordon Growth? Gordon Growth Model, juga dikenal sebagai Dividend Discount Model (DDM) versi stabil, pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Myron J. Gordon pada tahun 1960-an. Model ini mengasumsikan bahwa dividen yang dibayarkan oleh perusahaan akan terus tumbuh pada tingkat yang konstan setiap tahunnya selamanya. Dengan kata lain, GGM membantu investor menghitung nilai wajar suatu saham hanya berdasarkan proyeksi dividen di masa depan, tingkat pertumbuhan dividen, serta tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  2. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  3. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  4. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  5. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  6. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  7. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  8. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  9. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  10. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

TradingView Chart - RBMS