Update: Kamis, 8 Oktober 2026

SMDM

PT. Suryamas Dutamakmur Tbk.

Rp 470
-0.84%
Volume
32 lot
MA 5
481
MA 20
510
RSI
20.83
High
482
Low
466
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.55%
Support (10d)
460
Resistance (10d)
555
Volume Trend (10d)
+198.1%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 48 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMDM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp460, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp555.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 555 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 611, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 460 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara

Di antara berbagai metrik dalam valuasi saham tambang batubara, ada satu rasio yang paling mendasar namun paling sering diabaikan oleh investor ritel: Strip Ratio. Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat sederhana dan krusial. Strip ratio menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan perusahaan hanya untuk mengakses batubara, sebelum satu ton pun berhasil dijual. Jika Anda ingin memahami mengapa dua perusahaan batubara dengan produksi sama bisa memiliki profitabilitas yang sangat berbeda, jawabannya hampir selalu dimulai dari strip ratio. Apa Itu Strip Ratio? Strip ratio (atau stripping ratio) adalah perbandingan antara volume material penutup (overburden) yang harus dikupas dengan volume batubara yang berhasil diambil dalam suatu tambang terbuka (open-pit mining). Strip Ratio=Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)Volume Batubara (Ton)Strip Ratio=Volume Batubara (Ton)Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)​ Atau sering juga dinyatakan dalam satuan BCM per ton batubara. Contoh sederhana: Jika strip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  2. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  3. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  4. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  5. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  6. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  7. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  8. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  9. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  10. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

TradingView Chart - SMDM