Update: Jumat, 9 Oktober 2026

CENT

PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Rp 93
0.00%
Volume
30.770 lot
MA 5
94
MA 20
99
RSI
24.24
High
96
Low
90
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.22%
Support (10d)
85
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
-84.8%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-9.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.692 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CENT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp85, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 99 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 109, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 85 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

Setiap trader dan investor pasti pernah mengalaminya: harga saham yang Anda beli mulai turun. Bukan sekadar koreksi wajar, tapi sudah menembus batas stop loss yang sebelumnya Anda tetapkan. Namun jari Anda seolah membeku di atas tombol jual. Anda berpikir, "Mungkin besok naik lagi." Besok datang, harga semakin terpuruk. Anda akhirnya menjual di harga jauh lebih rendah, atau bahkan menyimpannya hingga menjadi "investasi jangka panjang" yang tak direncanakan. Inilah yang disebut loss aversion—salah satu konsep paling kuat dalam psikologi keuangan yang membuat cut loss terasa menyiksa. Apa Itu Loss Aversion? Loss aversion adalah kecenderungan manusia untuk lebih merasakan sakit akibat kerugian daripada kenikmatan dari keuntungan yang besarnya setara. Penelitian peraih Nobel Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan bahwa secara psikologis, rasa sakit karena kehilangan uang Rp1...

Artikel menarik lainnya:

  1. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  2. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  3. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  4. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  5. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  6. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  7. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  8. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  9. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  10. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

TradingView Chart - CENT