Update: Selasa, 9 Juni 2026

CENT

PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Rp 72
+20.00%
Volume
50.045 lot
MA 5
68
MA 20
84
RSI
29.51
High
74
Low
60
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.32%
Support (10d)
59
Resistance (10d)
92
Volume Trend (10d)
-24.4%
Score
80
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-32.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 257 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CENT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp59, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp92.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 72 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 83 - 90 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 68 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham

"Semua orang beli, saya juga beli." "Teman-teman di grup pada jual, saya ikut jual saja." "Lihat tuh, harga naik terus. Pasti ada sesuatu yang mereka tahu yang saya tidak tahu." Pernahkah Anda merasakan dorongan kuat untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh mayoritas investor lain, tanpa benar-benar memahami alasannya? Jika ya, Anda sedang mengalami herding behavior—fenomena di mana seseorang mengikuti perilaku kerumunan (herd) meskipun bertentangan dengan analisis atau keyakinan pribadinya. Apa Itu Herding Behavior? Herding behavior adalah kecenderungan individu untuk meniru tindakan sekelompok orang yang lebih besar, terutama dalam situasi yang tidak pasti. Dalam konteks pasar saham, ini berarti investor membeli atau menjual saham bukan berdasarkan analisis fundamental atau teknis, melainkan karena "orang lain juga melakukannya". Fenomena ini bukanlah hal baru. Dalam sejarah pasar modal, herding...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  2. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  3. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  6. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  7. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  8. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  9. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  10. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

TradingView Chart - CENT