Update: Kamis, 22 Oktober 2026

CENT

PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Rp 80
-2.44%
Volume
73.514 lot
MA 5
75
MA 20
88
RSI
39.22
High
84
Low
77
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.71%
Support (10d)
66
Resistance (10d)
96
Volume Trend (10d)
+125.9%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-25.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 747 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CENT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp66, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp96.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 96 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 106, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 66 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, ada satu yang pendekatannya paling unik dan berbeda dari yang lain. Alat ini tidak menggunakan moving average, tidak menggunakan rumus statistik kompleks, dan tidak menggunakan rasio Fibonacci seperti kebanyakan indikator lainnya. Alat itu adalah Murray Math Lines (MML). Dikembangkan oleh seorang trader legendaris bernama T.H. Murray, yang kemudian dipopulerkan dan disempurnakan oleh Tim Murray (kecil kemungkinan ada hubungan keluarga, meskipun namanya mirip), MML didasarkan pada konsep yang brilian namun sederhana: harga bergerak dalam oktaf. Ya, seperti oktaf dalam musik. Murray percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang terbagi menjadi 8 bagian sama besar, dan level-level ini berulang pada skala yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah sistem support dan resistance yang sangat terstruktur. Apa Itu Murray Math Lines? Murray...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  2. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  3. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  4. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  5. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  6. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  7. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  8. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  9. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  10. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi

TradingView Chart - CENT