Update: Jumat, 22 Mei 2026

SHID

PT. Hotel Sahid Jaya International Tbk.

Rp 730
+0.69%
Volume
38 lot
MA 5
737
MA 20
747
RSI
42.86
High
740
Low
690

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.20%
Support (10d)
675
Resistance (10d)
800
Volume Trend (10d)
+18.0%
Score
10
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-3.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SHID saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp675, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp800.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 641 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan

Pukul 08.55 pagi. Seorang investor bernama Andi duduk di depan ponselnya, menunggu notifikasi dari grup Telegram premium langganannya. Dua menit sebelum pasar saham dibuka, notifikasi itu datang: "SIGNAL BUY: PT XYZ – SL 3.000 – TP 4.500 – Entry sekarang!" Tanpa berpikir, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, Andi segera membuka aplikasi trading dan membeli saham tersebut di harga berapa pun yang tersedia. Ia tidak tahu bisnis perusahaan itu. Ia tidak tahu apakah harga saat ini wajar. Ia tidak tahu risiko di balik rekomendasi itu. Yang ia tahu: "admin grup katanya jago, dan banyak anggota lain yang juga beli." Inilah potret sehari-hari ribuan investor ritel di Indonesia: blind follow signal—mengikuti rekomendasi saham dari grup Telegram secara membabi buta, tanpa verifikasi, tanpa analisis, tanpa tanggung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  2. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  3. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  4. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  5. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  6. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  7. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  8. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  9. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  10. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri

TradingView Chart - SHID