Update: Senin, 6 Juli 2026

SHID

PT. Hotel Sahid Jaya International Tbk.

Rp 570
0.00%
Volume
431 lot
MA 5
573
MA 20
625
RSI
4.76
High
620
Low
540
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.03%
Support (10d)
540
Resistance (10d)
660
Volume Trend (10d)
+148.4%
Score
45
Win Rate (30d)
6.67 %
P/L (30d)
-22.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (4.8) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -58 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SHID saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 4.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp540, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp660.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 540, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Saham perbankan adalah salah satu sektor terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Bank menjadi tulang punggung ekonomi, penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, menilai saham bank tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menilai saham manufaktur atau teknologi. Mengapa? Karena bank memiliki struktur neraca yang unik. Aset bank sebagian besar adalah kredit (piutang) dan kewajiban bank sebagian besar adalah dana pihak ketiga (simpanan nasabah). Tidak ada pabrik, mesin, atau persediaan yang berarti. Akibatnya, rasio-rasio seperti PER (Price to Earnings) bisa menyesatkan, sementara PBV (Price to Book Value) dan ROE (Return on Equity) menjadi raja dalam valuasi saham perbankan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menggunakan PBV dan ROE untuk menilai saham bank, menentukan apakah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  4. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  5. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  6. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  7. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  8. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  9. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  10. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

TradingView Chart - SHID