Update: Senin, 12 Oktober 2026

SPRE

PT. Soraya Berjaya Indonesia Tbk.

Rp 91
+1.11%
Volume
12.362 lot
MA 5
90
MA 20
92
RSI
45.83
High
93
Low
81
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.40%
Support (10d)
80
Resistance (10d)
95
Volume Trend (10d)
-57.3%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-1.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPRE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp80, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp95.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 80, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar

Dalam dunia saham, kebanyakan investor menilai perusahaan dari sisi "berapa laba yang dihasilkan untuk pemegang saham". Namun, ada perspektif lain yang lebih agresif dan sering digunakan oleh private equity: Leveraged Buyout (LBO) Valuation. Metode ini menjawab pertanyaan: "Berapa banyak yang bersedia dibayar oleh pembeli dengan utang besar untuk mengakuisisi perusahaan ini?" LBO valuation adalah salah satu alat paling canggih dalam valuasi saham. Ia tidak hanya melihat laba saat ini, tetapi juga kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas untuk membayar utang—serta potensi exit yang menguntungkan. Artikel ini akan membahas konsep LBO, mengapa investor saham perlu memahaminya, serta bagaimana menggunakannya untuk menemukan peluang investasi. 1. Apa Itu Leveraged Buyout (LBO)? Leveraged Buyout (LBO) adalah akuisisi suatu perusahaan dengan menggunakan utang yang signifikan (biasanya 60-90% dari harga pembelian) sebagai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  2. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  3. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  4. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  5. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  6. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  7. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  8. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  9. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  10. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang

TradingView Chart - SPRE