Update: Senin, 5 Oktober 2026

SPRE

PT. Soraya Berjaya Indonesia Tbk.

Rp 92
0.00%
Volume
21.354 lot
MA 5
90
MA 20
95
RSI
47.50
High
93
Low
85
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.59%
Support (10d)
80
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
-50.6%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
5.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 35 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPRE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp80, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 99 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 109, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 80 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return

Selama beberapa dekade, investor percaya bahwa satu-satunya cara mendapatkan return lebih tinggi adalah dengan mengambil risiko lebih tinggi — terutama risiko pasar (beta). Namun, riset modern menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang secara historis memberikan kelebihan return (alpha) tanpa harus mengambil risiko pasar secara berlebihan. Inilah yang disebut factor investing atau smart beta. Alih-alih hanya membeli indeks pasar berdasarkan kapitalisasi (semakin besar perusahaan semakin besar bobotnya), Anda membeli indeks yang diboboti berdasarkan karakteristik tertentu seperti ukuran perusahaan (size), nilai (value), kualitas (quality), atau volatilitas rendah (low volatility). Artikel ini akan membahas empat faktor utama yang paling terbukti secara empiris dan dapat diterapkan oleh investor ritel. Apa Itu Factor Investing? Factor investing adalah strategi investasi yang menargetkan karakteristik (faktor) spesifik yang secara historis terbukti memberikan return...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  2. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  3. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  4. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  5. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  6. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  7. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  8. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  9. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  10. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan

TradingView Chart - SPRE