Update: Kamis, 20 Agustus 2026

AKSI

PT. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk.

Rp 230
+0.88%
Volume
612 lot
MA 5
228
MA 20
230
RSI
53.33
High
234
Low
224
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.83%
Support (10d)
218
Resistance (10d)
242
Volume Trend (10d)
-74.8%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKSI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp218, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp242.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 218, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  2. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  3. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  4. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  5. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  6. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  7. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  8. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  9. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  10. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?

TradingView Chart - AKSI