Update: Jumat, 11 September 2026

AKSI

PT. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk.

Rp 340
+16.44%
Volume
65.594 lot
MA 5
303
MA 20
259
RSI
71.32
High
358
Low
294
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.76%
Support (10d)
236
Resistance (10d)
358
Volume Trend (10d)
+419.4%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
49.12 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.3) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 390 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKSI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp236, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp358.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 340 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 391 - 425 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 323 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

Dalam dunia investasi ritel di Indonesia, sering muncul dikotomi buatan: seolah-olah investor harus memilih antara menjadi investor saham langsung atau investor reksa dana. Padahal, kedua instrumen ini bukanlah rival, melainkan mitra strategis yang bisa bekerja sama sangat baik. Mengintegrasikan saham langsung dengan reksa dana dalam satu portofolio memberikan yang terbaik dari dua dunia: kendali penuh atas saham pilihan Anda, ditambah diversifikasi dan kemudahan dari reksa dana. Artikel ini akan membahas mengapa kombinasi ini sangat ampuh, bagaimana cara mengintegrasikannya secara praktis, serta contoh alokasi untuk berbagai profil investor. Memahami Peran Masing-Masing Instrumen Sebelum membahas integrasi, mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan alami dari saham langsung dan reksa dana. Saham Langsung Kelebihan Kekurangan Kendali penuh: Anda memilih saham sendiri Risiko tinggi jika hanya pegang sedikit saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  2. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  3. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  4. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  5. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  6. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  7. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  8. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  9. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  10. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi

TradingView Chart - AKSI