Update: Senin, 5 Oktober 2026

URBN

PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk.

Rp 290
0.00%
Volume
2.319 lot
MA 5
294
MA 20
254
RSI
80.00
High
296
Low
272
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.11%
Support (10d)
250
Resistance (10d)
340
Volume Trend (10d)
+217.4%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
34.26 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (80.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 333 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham URBN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 80.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.11%. Area support terdekat berada di sekitar Rp250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp340.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 250, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick memiliki beragam nama yang unik dan mudah diingat. Salah satu pola yang tergolong sederhana namun sering disalahartikan oleh trader pemula adalah On-Neck Line. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), tetapi dengan karakteristik yang sangat spesifik. Keunikan On-Neck Line terletak pada posisi penutupan lilin kedua yang tepat berada pada level yang sama dengan penutupan lilin pertama—seolah-olah "menempel di leher". Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola On-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola On-Neck Line? On-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan. Namanya diambil dari posisi lilin kedua yang "menempel di leher"...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  2. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  3. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  4. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  5. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  6. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  7. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  8. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  9. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  10. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

TradingView Chart - URBN