Update: Senin, 7 September 2026

VOKS

PT. Voksel Electric Tbk.

Rp 240
0.00%
Volume
3.130 lot
MA 5
236
MA 20
233
RSI
58.33
High
242
Low
238
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.43%
Support (10d)
210
Resistance (10d)
248
Volume Trend (10d)
-83.2%
Score
95
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
20.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VOKS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp210, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp248.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 240 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 276 - 300 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 228 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

Akhir-akhir ini pasar sedang bullish. Harga saham naik hampir setiap hari. Anda pun menjadi optimis dan yakin bahwa kenaikan akan terus berlanjut. Anda membeli di harga tinggi karena percaya "lagi bagus-bagusnya". Lalu tiba-tiba pasar berbalik arah. Anda rugi, dan bingung mengapa prediksi Anda meleset. Atau sebaliknya. Pasar sedang terpuruk. Semua berita buruk datang bertubi-tubi. Anda menjadi pesimis dan mengira tidak akan ada akhir dari kejatuhan ini. Padahal sebenarnya sedang terjadi oversold yang justru menjadi peluang beli terbaik. Selamat, Anda telah menjadi korban dari recency bias—salah satu bias kognitif paling umum namun paling jarang disadari dalam dunia saham. Apa Itu Recency Bias? Recency bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan bobot yang lebih besar pada kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sambil mengabaikan data historis yang lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  2. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  3. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  4. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  5. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  6. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  7. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  8. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  9. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  10. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - VOKS