Update: Senin, 5 Oktober 2026

VOKS

PT. Voksel Electric Tbk.

Rp 270
+3.05%
Volume
6.197 lot
MA 5
266
MA 20
269
RSI
33.33
High
274
Low
252
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.00%
Support (10d)
220
Resistance (10d)
300
Volume Trend (10d)
-71.6%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
18.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VOKS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp220, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 300 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 330, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 220 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan

Pukul 08.55 pagi. Seorang investor bernama Andi duduk di depan ponselnya, menunggu notifikasi dari grup Telegram premium langganannya. Dua menit sebelum pasar saham dibuka, notifikasi itu datang: "SIGNAL BUY: PT XYZ – SL 3.000 – TP 4.500 – Entry sekarang!" Tanpa berpikir, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, Andi segera membuka aplikasi trading dan membeli saham tersebut di harga berapa pun yang tersedia. Ia tidak tahu bisnis perusahaan itu. Ia tidak tahu apakah harga saat ini wajar. Ia tidak tahu risiko di balik rekomendasi itu. Yang ia tahu: "admin grup katanya jago, dan banyak anggota lain yang juga beli." Inilah potret sehari-hari ribuan investor ritel di Indonesia: blind follow signal—mengikuti rekomendasi saham dari grup Telegram secara membabi buta, tanpa verifikasi, tanpa analisis, tanpa tanggung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  2. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  3. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  4. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  5. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  6. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  7. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  8. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  9. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  10. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun

TradingView Chart - VOKS