Update: Jumat, 4 September 2026

WOOD

PT. Integra Indocabinet Tbk.

Rp 208
-2.80%
Volume
88.195 lot
MA 5
208
MA 20
212
RSI
45.16
High
218
Low
206
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.84%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
218
Volume Trend (10d)
+55.4%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-3.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 157 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WOOD saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp218.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 200, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  3. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  4. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  5. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  6. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  7. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  8. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  9. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  10. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

TradingView Chart - WOOD