Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ASPR

PT. Asia Pramulia Tbk.

Rp 160
0.00%
Volume
169.769 lot
MA 5
159
MA 20
152
RSI
63.64
High
163
Low
158
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.42%
Support (10d)
147
Resistance (10d)
167
Volume Trend (10d)
-0.8%
Score
95
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
9.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 51.884 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASPR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp147, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp167.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 160 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 184 - 200 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 152 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  2. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  3. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  4. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  5. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  6. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  7. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  8. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  9. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  10. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar

TradingView Chart - ASPR