Update: Jumat, 9 Oktober 2026

ASPR

PT. Asia Pramulia Tbk.

Rp 157
+9.03%
Volume
937.360 lot
MA 5
146
MA 20
142
RSI
57.94
High
163
Low
145
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.74%
Support (10d)
121
Resistance (10d)
163
Volume Trend (10d)
+51.4%
Score
100
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
3.29 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 46.680 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASPR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp121, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp163.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 157 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 181 - 196 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 149 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

Dalam dunia analisis teknikal saham, banyak trader hanya berfokus pada harga dan volume standar. Namun, ada alat yang lebih tajam untuk membedah pertarungan sesungguhnya antara pembeli dan penjual: Cumulative Volume Delta (CVD) dan konsep Delta Divergence. Jika Anda ingin memahami mengapa harga naik tapi sebenarnya kelemahan sedang terjadi, atau mengapa harga turun tapi justru ada sinyal pembelian besar, maka artikel ini wajib Anda baca. Apa Itu Volume Delta? Sebelum memahami CVD, kita harus paham dulu apa itu Volume Delta. Dalam setiap candlestick, terjadi transaksi jual dan beli. Volume Delta adalah selisih antara volume yang terjadi di bid price (tekanan jual) dan volume di ask price (tekanan beli). Rumus sederhananya: Delta = Volume Ask (Beli Aktif) – Volume Bid (Jual Aktif) Delta Positif (+) :...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  2. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  3. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  4. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  5. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  6. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  7. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  8. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  9. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  10. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

TradingView Chart - ASPR