Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VIVA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.
Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp31, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.
Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.
Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.
Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 50 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 55, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 31 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.
WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
Ketika Anda meminjam uang di bank, Anda tahu persis bunganya: 10% per tahun. Ketika Anda menggunakan uang sendiri untuk berinvestasi, Anda mungkin membayangkan "biaya" berupa keuntungan yang hilang jika uang itu didepositokan. Perusahaan juga menghadapi situasi serupa, tetapi lebih kompleks. Perusahaan mendanai operasinya dari dua sumber utama: utang (pinjaman bank, obligasi) dan ekuitas (saham yang Anda beli). Masing-masing memiliki biaya. Rata-rata tertimbang dari kedua biaya inilah yang disebut Weighted Average Cost of Capital (WACC). Bagi investor saham, memahami WACC adalah kunci untuk menilai apakah sebuah perusahaan menciptakan atau menghancurkan nilai. Artikel ini akan membedah apa itu WACC, bagaimana cara menghitungnya secara praktis, serta bagaimana menggunakannya untuk keputusan beli atau jual saham. Apa Itu WACC? WACC adalah tingkat pengembalian minimum yang harus dihasilkan perusahaan dari seluruh...