Update: Senin, 5 Oktober 2026

VIVA

PT. Visi Media Asia Tbk.

Rp 42
0.00%
Volume
416.134 lot
MA 5
43
MA 20
43
RSI
48.57
High
44
Low
40
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.84%
Support (10d)
36
Resistance (10d)
55
Volume Trend (10d)
+517.4%
Score
70
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-14.29 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.484 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VIVA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp36, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp55.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 43 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 46 - 48 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 39 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar

Seorang trader duduk di depan layar komputernya. Ia memiliki tiga monitor yang dipenuhi dengan grafik harga saham, indikator teknikal, dan order book. Jarinya siap di atas keyboard. Ia melihat pola "head and shoulders" terbentuk. Ia segera mengambil posisi sell. Ia yakin, dengan analisis teknikal yang "sempurna", ia bisa memprediksi pergerakan harga. Ia merasa mengendalikan situasi. Tiba-tiba, bank sentral mengumumkan kebijakan suku bunga yang tidak terduga. Pasar berbalik arah dalam hitungan detik. Semua analisisnya menjadi tidak berarti. Ia mengalami kerugian besar. Namun, keesokan harinya, ia kembali ke pola yang sama. Membuka grafik yang sama. Memasang indikator yang sama. Merasa "kali ini saya bisa mengendalikannya". Inilah efek ilusi kontrol (illusion of control)—keyakinan keliru bahwa kita dapat mengendalikan atau mempengaruhi hasil dari suatu peristiwa yang sebenarnya sebagian besar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  5. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  6. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  7. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  8. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  9. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  10. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat

TradingView Chart - VIVA