Update: Kamis, 8 Oktober 2026

ABDA

PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk.

Rp 4.880
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
4.894
MA 20
4.937
RSI
27.78
High
-
Low
-
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.38%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
4.990
Volume Trend (10d)
-66.1%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
28.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis

Dalam dunia analisis teknikal, istilah "Black Swan" lebih dikenal melalui teori risiko Nassim Taleb yang menggambarkan peristiwa langka dan tidak terduga yang berdampak besar. Namun, di kalangan trader harmonic pattern yang lebih mendalam, ada pula yang menyebut Black Swan sebagai sebuah pola harmonic bullish yang sangat langka. Pola ini diperkenalkan oleh sebagian kecil trader harmonic berpengalaman sebagai "cerminan" dari White Swan. Jika White Swan adalah pola bearish di puncak pasar, maka Black Swan adalah pola bullish di dasar pasar. Keduanya memiliki struktur yang simetris namun terbalik. Bagi trader yang berhasil mengidentifikasi Black Swan, pola ini dapat menjadi sinyal pembalikan bullish yang sangat kuat di area bottom. Karakteristik Black Swan (Bullish Harmonic Pattern) Black Swan adalah pola harmonic bullish yang terbentuk dari empat swing point...

Artikel menarik lainnya:

  1. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  2. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  3. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  4. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  5. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  6. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  7. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  8. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  9. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  10. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar

TradingView Chart - ABDA