Update: Selasa, 18 Agustus 2026

NCKL

PT. Trimegah Bangun Persada Tbk.

Rp 935
+1.08%
Volume
439.275 lot
MA 5
924
MA 20
903
RSI
68.75
High
945
Low
920
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.82%
Support (10d)
900
Resistance (10d)
965
Volume Trend (10d)
-15.1%
Score
75
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
11.98 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -42.471 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NCKL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp900, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp965.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 935 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.075 - 1.169 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 888 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika

Dalam dunia investasi saham, tidak semua keputusan berasal dari analisis fundamental atau teknikal yang matang. Sering kali, emosi lah yang menjadi panglima. Salah satu emosi paling berbahaya dan umum dialami oleh trader maupun investor ritel adalah Fear of Missing Out, atau yang lebih dikenal dengan singkatan FOMO. Apa Itu FOMO dalam Saham? FOMO adalah perasaan cemas atau takut ketinggalan momen keuntungan besar yang sedang dinikmati oleh investor lain. Dalam konteks pasar modal, FOMO biasanya muncul ketika harga suatu saham sedang naik cepat (rally) atau ketika ada "saham gorengan" yang sedang ramai diperbincangkan di forum, grup media sosial, atau saluran komunikasi lainnya. Gejala FOMO antara lain: Melihat harga saham naik 20-30% dalam sehari, lalu merasa "rugi" karena tidak ikut membeli dari awal. Membeli saham hanya karena...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  2. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  3. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  4. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  5. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  6. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  7. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  8. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  9. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  10. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?

TradingView Chart - NCKL