Update: Kamis, 20 Agustus 2026

NCKL

PT. Trimegah Bangun Persada Tbk.

Rp 950
+2.70%
Volume
718.059 lot
MA 5
929
MA 20
910
RSI
63.83
High
965
Low
935
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.87%
Support (10d)
900
Resistance (10d)
965
Volume Trend (10d)
-3.9%
Score
85
Win Rate (30d)
63.33 %
P/L (30d)
18.01 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.071 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NCKL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp900, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp965.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 950 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.093 - 1.188 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 903 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter

Seorang investor pemula bergabung dengan sebuah grup Telegram saham. Admin grup—yang disebut-sebut sebagai "guru saham"—memberikan rekomendasi saham setiap hari. Ia mengaku memiliki "sistem rahasia" dengan akurasi 90%. Ia memamerkan screenshoot profit besar, mobil mewah, dan gaya hidup kaya raya. Investor pemula itu terpesona. Ia langsung membeli setiap saham yang direkomendasikan, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, tanpa memahami risiko. Ia merasa aman karena "guru" nya yang akan memikirkan semuanya. Suatu hari, rekomendasi saham tersebut ternyata salah besar. Harga jatuh 30% dalam seminggu. Investor itu panik. Ia bertanya ke grup. Sang "guru" hanya bilang, "Market sedang tidak bersahabat. Sabar." Investor itu kehilangan sebagian besar modalnya. Ketika ia cek ulang screenshoot profit yang dulu dipamerkan, ia mulai curiga: apakah itu asli? Apakah itu hasil trading atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  2. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  3. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  4. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  5. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  6. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  7. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  8. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  9. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  10. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

TradingView Chart - NCKL