Update: Senin, 5 Oktober 2026

ACRO

PT. Samcro Hyosung Adilestari Tbk.

Rp 50
-1.96%
Volume
20.795 lot
MA 5
51
MA 20
60
RSI
22.22
High
51
Low
50
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.26%
Support (10d)
42
Resistance (10d)
76
Volume Trend (10d)
+527.7%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-20.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.440 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ACRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.26%. Area support terdekat berada di sekitar Rp42, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp76.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 40 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  2. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  3. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  4. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  5. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  6. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  7. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  8. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan

TradingView Chart - ACRO