Update: Jumat, 5 Juni 2026

ACRO

PT. Samcro Hyosung Adilestari Tbk.

Rp 54
-1.82%
Volume
22.160 lot
MA 5
60
MA 20
67
RSI
19.35
High
58
Low
52
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.39%
Support (10d)
51
Resistance (10d)
68
Volume Trend (10d)
-57.4%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-29.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -660 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ACRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp51, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp68.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan

Dalam dunia analisis fundamental saham, rasio profitabilitas seperti ROE dan ROA memang sering menjadi bintang utama. Namun ada rasio lain yang tidak kalah penting, terutama bagi perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur, ritel, distribusi, dan consumer goods. Rasio tersebut adalah Inventory Turnover atau Perputaran Persediaan. Mengapa rasio ini penting? Karena persediaan adalah salah satu aset terbesar yang dimiliki banyak perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak mengikat modal kerja dan meningkatkan biaya penyimpanan. Persediaan yang terlalu sedikit berisiko kehilangan penjualan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Inventory Turnover dan bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Inventory Turnover? Inventory Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan menjual dan mengganti persediaannya dalam suatu periode tertentu (biasanya satu tahun). Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  3. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  6. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  7. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  8. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  9. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  10. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish

TradingView Chart - ACRO