Update: Jumat, 9 Oktober 2026

KUAS

PT. Ace Oldfields Tbk.

Rp 89
0.00%
Volume
36.787 lot
MA 5
90
MA 20
94
RSI
40.00
High
90
Low
87
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.32%
Support (10d)
79
Resistance (10d)
100
Volume Trend (10d)
-59.4%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-6.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.455 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KUAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp79, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp100.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 75 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit

Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, atau perusahaan rintisan teknologi lainnya sebelum merger dan akuisisi. Selama bertahun-tahun, mereka melaporkan kerugian besar—miliaran dolar menguap setiap kuartal. Namun investor ventura, private equity, dan bahkan investor publik di bursa saham (melalui listing di luar negeri) tetap berlomba-lomba menanamkan modal dengan valuasi puluhan miliar dolar. Mengapa? Karena mereka tidak menilai laba saat ini, melainkan potensi laba masa depan. Di bursa saham Indonesia, kita juga mulai melihat fenomena serupa. Emiten-emiten teknologi, digital, atau rintisan yang melantai di IDX seringkali masih dalam fase pertumbuhan tinggi tetapi belum profit. Saham mereka diperdagangkan, dan investor harus menentukan apakah harga tersebut mahal atau murah—tanpa EPS (earning per share) yang positif. Artikel ini akan membahas secara komprehensif metode-metode valuasi untuk perusahaan yang belum profit, mulai dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  2. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  3. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  4. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  5. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  6. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  7. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  8. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  9. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  10. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

TradingView Chart - KUAS