Update: Senin, 5 Oktober 2026

ADCP

PT. Adhi Commuter Properti Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, ada satu yang pendekatannya paling unik dan berbeda dari yang lain. Alat ini tidak menggunakan moving average, tidak menggunakan rumus statistik kompleks, dan tidak menggunakan rasio Fibonacci seperti kebanyakan indikator lainnya. Alat itu adalah Murray Math Lines (MML). Dikembangkan oleh seorang trader legendaris bernama T.H. Murray, yang kemudian dipopulerkan dan disempurnakan oleh Tim Murray (kecil kemungkinan ada hubungan keluarga, meskipun namanya mirip), MML didasarkan pada konsep yang brilian namun sederhana: harga bergerak dalam oktaf. Ya, seperti oktaf dalam musik. Murray percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang terbagi menjadi 8 bagian sama besar, dan level-level ini berulang pada skala yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah sistem support dan resistance yang sangat terstruktur. Apa Itu Murray Math Lines? Murray...

Artikel menarik lainnya:

  1. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  2. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  3. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  4. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  5. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  6. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  7. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  8. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  9. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

TradingView Chart - ADCP