Update: Senin, 5 Oktober 2026

CANI

PT. Capitol Nusantara Indonesia Tbk.

Rp 135
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
135
MA 20
135
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  2. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  3. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  4. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  5. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  6. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  7. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  8. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  9. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  10. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus

TradingView Chart - CANI