Update: Jumat, 22 Mei 2026

HMSP

PT. H.M. Sampoerna Tbk.

Rp 740
-0.67%
Volume
194.324 lot
MA 5
733
MA 20
745
RSI
37.93
High
750
Low
725

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.44%
Support (10d)
715
Resistance (10d)
785
Volume Trend (10d)
-30.0%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-1.99 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17.165 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HMSP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp715, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp785.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 679 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  2. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  3. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  4. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  5. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  6. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  7. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  8. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  9. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  10. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham

TradingView Chart - HMSP