Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ADES

PT. Akasha Wira International Tbk.

Rp 33.000
+0.53%
Volume
39 lot
MA 5
32.885
MA 20
34.298
RSI
34.88
High
33.000
Low
33.000
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.37%
Support (10d)
32.825
Resistance (10d)
35.500
Volume Trend (10d)
-80.3%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.37 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADES saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp32.825, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp35.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 31.184 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter

Seorang investor pemula bergabung dengan sebuah grup Telegram saham. Admin grup—yang disebut-sebut sebagai "guru saham"—memberikan rekomendasi saham setiap hari. Ia mengaku memiliki "sistem rahasia" dengan akurasi 90%. Ia memamerkan screenshoot profit besar, mobil mewah, dan gaya hidup kaya raya. Investor pemula itu terpesona. Ia langsung membeli setiap saham yang direkomendasikan, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, tanpa memahami risiko. Ia merasa aman karena "guru" nya yang akan memikirkan semuanya. Suatu hari, rekomendasi saham tersebut ternyata salah besar. Harga jatuh 30% dalam seminggu. Investor itu panik. Ia bertanya ke grup. Sang "guru" hanya bilang, "Market sedang tidak bersahabat. Sabar." Investor itu kehilangan sebagian besar modalnya. Ketika ia cek ulang screenshoot profit yang dulu dipamerkan, ia mulai curiga: apakah itu asli? Apakah itu hasil trading atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  2. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  3. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  4. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  5. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  6. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  7. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  8. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  9. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  10. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang

TradingView Chart - ADES