Update: Selasa, 9 Juni 2026

RAAM

PT. Tripar Multivision Plus Tbk.

Rp 189
+20.38%
Volume
17.654 lot
MA 5
174
MA 20
196
RSI
42.40
High
198
Low
154
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.53%
Support (10d)
148
Resistance (10d)
208
Volume Trend (10d)
-18.3%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-17.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.4)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -243 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RAAM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp148, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp208.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 148, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi saham jangka panjang adalah biaya rebalancing. Setiap kali Anda menjual saham yang terlalu besar porsinya dan membeli saham yang tertinggal, Anda membayar fee broker, spread harga, dan potensi pajak. Lakukan ini terlalu sering, dan keuntungan Anda akan tergerus. Namun, ada satu strategi elegan yang sering diabaikan investor ritel: menggunakan aliran dividen sebagai alat rebalancing otomatis. Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu menjual aset apapun. Cukup arahkan uang dividen yang masuk ke instrumen yang porsinya sedang kurang, dan portofolio Anda perlahan kembali seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan dividen untuk rebalancing, keunggulannya dibanding metode konvensional, serta panduan praktis menerapkannya di pasar saham Indonesia. Masalah dengan Rebalancing Konvensional Sebelum memahami keindahan rebalancing via dividen, mari kita lihat dulu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  2. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  3. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  5. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  6. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  7. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  8. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  9. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  10. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem

TradingView Chart - RAAM