Update: Jumat, 24 Juli 2026

RAAM

PT. Tripar Multivision Plus Tbk.

Rp 208
-3.70%
Volume
8.788 lot
MA 5
210
MA 20
205
RSI
57.14
High
220
Low
204
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.44%
Support (10d)
196
Resistance (10d)
240
Volume Trend (10d)
+16.3%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.095 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RAAM saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp196, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp240.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 240 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 264, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 196 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan perusahaan publik, terutama yang memiliki anak usaha, sering muncul pos bernama Minority Interest (kepentingan non-pengendali). Banyak investor pemula mengabaikan pos ini atau justru salah memahaminya. Padahal, analisis yang tepat atas minority interest bisa mengungkap kualitas laba inti, risiko struktur perusahaan, dan potensi valuasi yang keliru. 1. Apa Itu Minority Interest? Minority Interest adalah bagian kepemilikan saham anak perusahaan yang tidak dimiliki oleh induk perusahaan. Dengan kata lain, ketika perusahaan induk hanya menguasai, misalnya, 80% saham anak usaha, maka sisanya 20% adalah hak pihak lain (minoritas). Dalam laporan keuangan konsolidasi, seluruh pendapatan dan beban anak usaha digabung 100% ke dalam laporan induk. Namun, laba yang menjadi hak pemegang saham minoritas harus dikeluarkan dari laba bersih yang bisa diatribusikan kepada pemegang saham induk. Penyajian...

Artikel menarik lainnya:

  1. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  2. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  3. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  4. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  5. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  6. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  7. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  8. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  9. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  10. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

TradingView Chart - RAAM