Update: Jumat, 17 Juli 2026

ASLI

PT. Asri Karya Lestari Tbk.

Rp 190
-1.55%
Volume
26.793 lot
MA 5
190
MA 20
203
RSI
37.88
High
193
Low
186
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.14%
Support (10d)
175
Resistance (10d)
220
Volume Trend (10d)
+189.3%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
10.47 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.022 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASLI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp220.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 194 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 209 - 219 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 177 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  2. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  3. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  4. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  5. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  8. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  9. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  10. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?

TradingView Chart - ASLI