Update: Jumat, 10 Juli 2026

NAYZ

PT. Hassana Boga Sejahtera Tbk.

Rp 59
+5.36%
Volume
146.511 lot
MA 5
57
MA 20
59
RSI
44.00
High
60
Low
55
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.80%
Support (10d)
52
Resistance (10d)
63
Volume Trend (10d)
-54.7%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
20.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.432 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NAYZ saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp52, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp63.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 60 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 65 - 68 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 55 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji

Tidak ada angka ajaib dalam dunia investasi. Tapi jika ada satu level kerugian yang menjadi titik balik psikologis bagi kebanyakan investor, itu adalah minus 30 persen. Penurunan 10 persen? Masih wajar. Hati agak cemas, tapi masih bisa tidur nyenyak. Penurunan 20 persen? Mulai gelisah. Memeriksa aplikasi trading lebih sering. Mulai berpikir, "Mungkin saya salah beli." Tapi turun 30 persen? Di sinilah segalanya berubah. Pada titik ini, rasa sakit sudah sangat nyata. Uang yang dulu Rp100 juta kini tinggal Rp70 juta. Kerugian tidak lagi abstrak. Ia terasa di perut, di dada, di kepala. Pada titik inilah sebagian besar investor melakukan kesalahan terbesar dalam hidup investasi mereka: menjual di titik terendah. Atau sebaliknya, pada titik inilah investor yang tang gig gigih bertahan, menahan rasa sakit, dan keluar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  2. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  3. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  4. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  6. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  7. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  8. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  9. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  10. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

TradingView Chart - NAYZ