Update: Senin, 5 Oktober 2026

ADMR

PT. Alamtri Minerals Indonesia Tbk.

Rp 1.465
0.00%
Volume
130.879 lot
MA 5
1.464
MA 20
1.546
RSI
35.80
High
1.485
Low
1.435
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.83%
Support (10d)
1.410
Resistance (10d)
1.570
Volume Trend (10d)
-41.1%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (35.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -42.807 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADMR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.410, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.340 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, ada satu pepatah lama yang tak pernah kehilangan maknanya: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Sayangnya, banyak investor pemula mengartikan pepatah ini secara dangkal. Mereka membeli 10 saham berbeda, lalu merasa sudah melakukan diversifikasi. Padahal, jika 10 saham itu semuanya berasal dari sektor perbankan atau properti, maka sejatinya mereka masih menaruh telur di keranjang yang sama—hanya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil di dalam satu keranjang besar. Diversifikasi sejati tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga soal menyebar antar sektor yang tidak berkorelasi dan bahkan antar kelas aset yang berbeda. Mengapa Diversifikasi Antar Sektor Itu Penting? Setiap sektor ekonomi memiliki siklus dan sensitivitas yang berbeda terhadap kondisi makroekonomi. Saat suku bunga naik, saham perbankan cenderung diuntungkan, tetapi saham properti dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  2. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  3. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  4. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  5. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  6. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  7. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  8. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  9. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  10. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

TradingView Chart - ADMR