Update: Jumat, 22 Mei 2026

MAXI

PT. Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
5.049 lot
MA 5
50
MA 20
52
RSI
N/A
High
50
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.57%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
-99.4%
Score
30
Win Rate (30d)
10 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (0.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.356 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAXI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 0.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lain. Mereka tidak menjual produk yang bisa diproduksi ulang tanpa batas. Mereka mengekstraksi sumber daya alam yang jumlahnya terbatas, dengan risiko geologis yang tinggi dan siklus investasi yang panjang. Dalam kondisi seperti ini, metrik valuasi tradisional seperti Price to Earnings (P/E) atau Price to Book (P/B) seringkali menyesatkan. Sebuah perusahaan migas bisa melaporkan laba bersih yang besar, tetapi jika cadangan migasnya menipis, nilai perusahaan sebenarnya sedang hancur dari dalam. Di sinilah 2P Reserve memegang peranan sentral. Bagi investor saham migas yang serius, memahami 2P Reserve adalah harga mati. Apa Itu 2P Reserve? Dalam industri migas, cadangan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kepastian geologis dan kelayakan ekonomis. Sistem klasifikasi yang paling umum digunakan adalah SPE-PRMS...

Artikel menarik lainnya:

  1. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  2. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  3. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  4. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  5. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  6. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  7. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  8. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  9. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  10. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?

TradingView Chart - MAXI