Update: Senin, 6 Juli 2026

MAXI

PT. Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
471 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
50
Low
50
Nilai
0/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
-74.3%
Score
0
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAXI saat ini menunjukkan kecenderungan sideways pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 100.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 0 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik

Seorang investor membeli saham PT XYZ di harga Rp5.000. Ia memasang take profit di Rp7.500 (naik 50%). Beberapa bulan kemudian, saham tersebut naik hingga Rp10.000. Take profit di Rp7.500 sudah lama tersentuh, dan investor itu sudah menjual seluruh posisinya di harga Rp7.500. Ia senang dengan profit 50%, tetapi juga sedikit kecewa karena kehilangan potensi kenaikan hingga Rp10.000 (tambahan 33% dari harga jualnya). Investor lain, sebut saja Budi, membeli saham yang sama di harga Rp5.000. Namun Budi tidak memasang take profit tetap. Ia memasang trailing stop sebesar 15%. Ketika harga naik ke Rp6.000, stop loss-nya naik menjadi Rp5.100. Ketika harga naik ke Rp8.000, stop loss naik menjadi Rp6.800. Ketika harga naik ke Rp10.000, stop loss naik menjadi Rp8.500. Kemudian harga turun dan menyentuh Rp8.500. Budi menjual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  2. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  3. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  4. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  5. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  6. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  7. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  8. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  9. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  10. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

TradingView Chart - MAXI