Update: Kamis, 8 Oktober 2026

MAXI

PT. Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Rp 29
+3.57%
Volume
300.465 lot
MA 5
28
MA 20
41
RSI
11.11
High
30
Low
28
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.41%
Support (10d)
24
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+50,568.8%
Score
80
Win Rate (30d)
10 %
P/L (30d)
-42.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (11.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 116 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAXI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 11.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp24, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 29 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 33 - 36 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 28 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

Dalam dunia saham, sektor e-commerce dan marketplace selalu menarik perhatian karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, di balik popularitasnya, ada tantangan besar bagi investor: bagaimana menilai perusahaan e-commerce yang seringkali masih merugi atau memiliki laba yang sangat tipis? Rasio keuangan tradisional seperti PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak berguna. Di sinilah Price to GMV (Gross Merchandise Value) hadir sebagai salah satu metrik valuasi paling populer untuk perusahaan e-commerce, marketplace, dan platform transaksi digital. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu GMV, bagaimana rasio Price to GMV bekerja, kelebihan dan keterbatasannya, serta cara menggunakannya sebagai alat analisis saham teknologi. Apa Itu GMV (Gross Merchandise Value)? Gross Merchandise Value (GMV) adalah total nilai transaksi yang mengalir melalui platform dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. GMV mencakup...

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  2. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  3. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  4. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  6. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  7. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  8. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  9. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  10. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

TradingView Chart - MAXI