Update: Selasa, 14 Juli 2026

TINS

PT. Timah Tbk.

Rp 3.480
+1.16%
Volume
621.904 lot
MA 5
3.410
MA 20
3.474
RSI
49.57
High
3.600
Low
3.410
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.89%
Support (10d)
3.220
Resistance (10d)
3.600
Volume Trend (10d)
-33.8%
Score
60
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
10.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (49.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 21.912 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TINS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 49.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.220, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 3.550 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 3.828 - 4.002 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 3.236 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet

Merencanakan dana pensiun sering terasa melelahkan, terutama bagi mereka yang tidak punya waktu atau keahlian mengatur ulang portofolio investasi secara berkala. Di sinilah Lifecycle Fund (atau sering disebut Target-Date Fund) hadir sebagai solusi praktis. Apa Itu Lifecycle Fund? Lifecycle Fund adalah jenis reksa dana yang dirancang khusus untuk jangka waktu tertentu, sesuai dengan target tahun pensiun investor. Misalnya, jika Anda berencana pensiun pada tahun 2055, Anda bisa memilih Lifecycle Fund 2055. Keunikan utamanya: alokasi aset berubah secara otomatis seiring waktu. Di awal perjalanan (saat Anda masih muda), dana ini akan berisi lebih banyak saham yang agresif tetapi berpotensi tinggi. Semakin mendekati tahun pensiun, porsi saham dikurangi, dan secara bertahap digantikan oleh instrumen yang lebih stabil, seperti obligasi dan pasar uang. Bagaimana Cara Kerjanya? Proses ini...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  2. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  3. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  4. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  5. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  6. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  7. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  8. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  9. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  10. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

TradingView Chart - TINS