Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ALDO

PT. Alkindo Naratama Tbk.

Rp 925
+1.65%
Volume
679 lot
MA 5
908
MA 20
852
RSI
66.10
High
930
Low
865
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.62%
Support (10d)
805
Resistance (10d)
1.035
Volume Trend (10d)
-42.6%
Score
95
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
30.28 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 14 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ALDO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp805, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.035.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 925 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.064 - 1.156 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 879 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang

Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar istilah beta. Beta mengukur seberapa sensitif pergerakan saham terhadap pasar. Namun, tahukah Anda bahwa beta yang terlihat di layar aplikasi trading Anda sebenarnya adalah levered beta – beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan? Para investor cerdas perlu memahami perbedaan antara unlevered beta (beta tanpa utang) dan levered beta (beta dengan utang). Memisahkan keduanya akan membantu Anda menilai risiko murni dari bisnis perusahaan, terlepas dari bagaimana perusahaan mendanai operasinya. Artikel ini akan membedah kedua konsep ini, cara menghitungnya, serta bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Levered Beta (βL)? Levered beta adalah beta yang secara normal kita lihat di platform saham. Ia mencerminkan total risiko sistematis dari sebuah saham, yang terdiri dari dua komponen: Risiko bisnis (business...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  2. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  3. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  4. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  5. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  6. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  7. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  8. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  9. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  10. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

TradingView Chart - ALDO