Update: Jumat, 10 Juli 2026

STAR

PT. Calculus Global Ventures Tbk.

Rp 300
+2.74%
Volume
1.777 lot
MA 5
286
MA 20
288
RSI
54.76
High
314
Low
274
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.45%
Support (10d)
232
Resistance (10d)
338
Volume Trend (10d)
+426.3%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-30.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 459 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham STAR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp232, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp338.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 306 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 330 - 345 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 279 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang

Dalam dunia saham, ada satu kategori emiten yang paling menarik sekaligus paling berbahaya: startup teknologi yang masih merugi. Mereka menjanjikan pertumbuhan eksponensial, menguasai pasar dengan diskon besar-besaran, dan mencatatkan lonjakan jumlah pengguna yang spektakuler. Namun di balik semua itu, ada pertanyaan sederhana yang sering dilupakan investor pemula: “Berapa lama perusahaan ini bisa bertahan sebelum kehabisan uang?” Jawabannya terletak pada Burn Rate. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu burn rate, bagaimana menghitungnya, mengapa rasio ini menjadi penentu hidup mati sebuah startup, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk menghindari jebakan perusahaan yang akan tumbang. Apa Itu Burn Rate? Burn Rate adalah kecepatan sebuah perusahaan menghabiskan (membakar) kasnya untuk membiayai operasional, terutama ketika perusahaan tersebut masih merugi dan belum menghasilkan arus kas positif. Burn rate...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  2. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  3. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  4. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  5. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  6. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  7. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  8. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  9. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  10. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

TradingView Chart - STAR