Update: Kamis, 20 Agustus 2026

STAR

PT. Calculus Global Ventures Tbk.

Rp 438
+0.46%
Volume
6.586 lot
MA 5
427
MA 20
330
RSI
72.83
High
450
Low
430
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.38%
Support (10d)
260
Resistance (10d)
515
Volume Trend (10d)
+6,193.4%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
50.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (72.8) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -109 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham STAR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp260, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp515.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 260, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  2. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  3. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  4. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  9. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  10. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda

TradingView Chart - STAR