Update: Jumat, 22 Mei 2026

ALKA

PT. Alakasa Industrindo Tbk

Rp 456
-6.17%
Volume
2.235 lot
MA 5
480
MA 20
590
RSI
35.78
High
505
Low
450

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.39%
Support (10d)
432
Resistance (10d)
775
Volume Trend (10d)
+372.5%
Score
10
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-38.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -135 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ALKA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp432, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp775.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 410 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  2. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  4. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  7. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  8. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  9. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  10. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

TradingView Chart - ALKA