Update: Selasa, 18 Agustus 2026

BIPP

PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk.

Rp 65
+3.17%
Volume
165.123 lot
MA 5
67
MA 20
66
RSI
53.85
High
66
Low
63
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.38%
Support (10d)
61
Resistance (10d)
79
Volume Trend (10d)
+117.6%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-7.14 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -18.100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BIPP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp61, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp79.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 61, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia

Di pasar saham, biasanya kita berpikir bahwa investor institusi, dana pensiun, atau investor ritellah yang menjadi pembeli saham. Namun, ada satu entitas yang seringkali menjadi pembeli terbesar atas saham suatu perusahaan: perusahaan itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka, aksi ini disebut share buyback atau repurchase. Dan ada metrik khusus untuk mengukur seberapa agresif perusahaan melakukan hal ini relatif terhadap nilai pasarnya, yaitu Buyback Yield. Artikel ini akan membahas apa itu rasio buyback yield, mengapa ini penting, bagaimana menghitungnya, serta perangkap yang perlu diwaspadai. Apa itu Buyback Yield? Buyback Yield adalah persentase yang menunjukkan seberapa banyak nilai saham perusahaan yang dibeli kembali oleh emiten dalam periode tertentu (biasanya 12 bulan terakhir) dibandingkan dengan total kapitalisasi pasarnya. Buyback Yield = (Total Nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  2. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  3. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  4. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  5. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  6. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  7. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  8. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  9. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  10. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif

TradingView Chart - BIPP