Update: Senin, 5 Oktober 2026

BIPP

PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk.

Rp 63
-3.08%
Volume
148.450 lot
MA 5
63
MA 20
67
RSI
47.44
High
67
Low
62
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.99%
Support (10d)
55
Resistance (10d)
107
Volume Trend (10d)
+817.6%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-10.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.026 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BIPP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp55, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp107.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 107 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 118, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 55 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya

Setelah mempelajari rasio profitabilitas seperti ROE dan EPS, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur kesehatan finansial perusahaan dari sisi utang, yaitu DER atau Debt to Equity Ratio. Mengapa ini penting? Karena perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika utangnya membebani. Mari kita pahami DER dari dasar. Apa Itu DER? Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, DER menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah utang yang dimiliki perusahaan untuk setiap Rp100 modal pemegang saham?” Debt (Utang) : Semua kewajiban perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Equity (Ekuitas) : Modal sendiri yang berasal dari pemegang saham. Rumus DER Rumus DER sangat sederhana: DER = Total Utang / Total Ekuitas Hasilnya biasanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  2. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  5. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  6. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  7. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  8. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  9. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  10. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

TradingView Chart - BIPP