Update: Senin, 6 Juli 2026

LPCK

PT. Lippo Cikarang Tbk

Rp 505
+1.41%
Volume
3.380 lot
MA 5
494
MA 20
504
RSI
43.42
High
520
Low
498
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
470
Resistance (10d)
540
Volume Trend (10d)
-19.4%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 728 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPCK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp470, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp540.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 515 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 556 - 581 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 470 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas

Setelah mempelajari laba rugi, kini saatnya kita membahas dokumen yang tidak kalah penting: Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). Banyak investor pemula hanya fokus pada laba, padahal perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika arus kasnya bermasalah. Laporan arus kas terbagi menjadi tiga aktivitas utama: Operasi, Investasi, dan Pendanaan. Mari kita pahami satu per satu. Mengapa Arus Kas Lebih Jujur daripada Laba? Laba bisa "diakali" dengan metode akuntansi, seperti menunda pengakuan biaya atau mempercepat pengakuan pendapatan. Tapi kas tidak bisa bohong. Arus kas menunjukkan uang sungguhan yang masuk dan keluar dari perusahaan. Perusahaan bisa mencatat laba besar, tapi jika uangnya tidak pernah benar-benar masuk (hanya piutang), maka bisnisnya tidak sehat. Di sinilah laporan arus kas menjadi sangat penting. Tiga Aktivitas dalam Laporan Arus Kas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  2. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  6. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  7. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  8. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  9. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  10. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi

TradingView Chart - LPCK