Update: Jumat, 17 Juli 2026

ARCI

PT. Archi Indonesia Tbk.

Rp 1.080
-2.70%
Volume
322.207 lot
MA 5
1.058
MA 20
985
RSI
69.32
High
1.115
Low
1.070
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.23%
Support (10d)
920
Resistance (10d)
1.130
Volume Trend (10d)
-8.3%
Score
100
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
6.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (69.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.395 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARCI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 69.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp920, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.080 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.242 - 1.350 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.026 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

Ada dua jenis investor yang sama-sama sering mengalami kerugian, tetapi dengan alasan yang bertolak belakang. Yang pertama adalah overthinker. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk menganalisis satu saham. Ia membaca puluhan laporan, membandingkan rasio keuangan hingga desimal ketiga, dan membuat proyeksi dengan skenario yang sangat rumit. Namun ketika saatnya bertindak, ia selalu ragu. Peluang lewat. Harga naik tanpa dirinya. Atau ketika ia akhirnya membeli, ia justru membeli di puncak karena terlalu banyak informasi yang membingungkannya. Yang kedua adalah underthinker. Ia membeli saham berdasarkan "firasat", rekomendasi teman, atau karena melihat harga naik dalam seminggu terakhir. Ia tidak pernah membaca laporan keuangan. Ia tidak tahu apa itu PER atau ROE. Baginya, saham adalah permainan keberuntungan. Akibatnya, ia sering membeli saham-sampah (junk stocks) dengan fundamental buruk, dan rugi besar ketika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  2. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  3. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  4. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  5. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  6. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  9. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  10. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

TradingView Chart - ARCI