Update: Selasa, 18 Agustus 2026

ARCI

PT. Archi Indonesia Tbk.

Rp 1.320
+7.76%
Volume
777.294 lot
MA 5
1.243
MA 20
1.143
RSI
77.32
High
1.345
Low
1.240
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.73%
Support (10d)
1.060
Resistance (10d)
1.345
Volume Trend (10d)
+66.5%
Score
55
Win Rate (30d)
70 %
P/L (30d)
34.01 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (77.3) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.529 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARCI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 77.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.060, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.345.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.345 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.480, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.060 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar

PER (Price to Earnings Ratio) adalah alat paling populer untuk menilai mahal atau murahnya saham. Tapi PER memiliki satu kelemahan besar: PER hanya melihat sisi ekuitas (kepemilikan) dan mengabaikan utang. Bayangkan dua perusahaan dengan laba dan harga saham yang sama persis: Perusahaan Harga Saham EPS PER Utang Perusahaan A Rp1.000 Rp100 10x Rp0 (tanpa utang) Perusahaan B Rp1.000 Rp100 10x Rp5 M (utang besar) PER keduanya sama-sama 10x. Tapi perusahaan mana yang lebih murah? Jelas Perusahaan A lebih sehat karena tidak punya utang. PER tidak bisa menangkap perbedaan ini. Di sinilah EV/EBITDA hadir sebagai solusi. Apa Itu EV/EBITDA? EV/EBITDA adalah rasio yang mengukur nilai perusahaan secara keseluruhan (termasuk utang) dibandingkan dengan kemampuan operasionalnya menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Rumusnya sederhana tapi perlu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  2. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  3. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  4. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  5. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  6. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  7. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  8. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  9. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  10. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar

TradingView Chart - ARCI