Update: Jumat, 22 Mei 2026

WEGE

PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Rp 51
+2.00%
Volume
103.369 lot
MA 5
51
MA 20
55
RSI
29.41
High
51
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.91%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
58
Volume Trend (10d)
-69.2%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.4) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WEGE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp58.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 52 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 56 - 59 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 47 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  2. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  3. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  4. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  7. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  8. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  9. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  10. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda

TradingView Chart - WEGE