Update: Kamis, 8 Oktober 2026

WEGE

PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Rp 39
-2.50%
Volume
118.097 lot
MA 5
39
MA 20
45
RSI
23.81
High
40
Low
38
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.96%
Support (10d)
35
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+215.1%
Score
60
Win Rate (30d)
10 %
P/L (30d)
-27.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.250 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WEGE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp35, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 40 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 43 - 45 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 36 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu MACD (Moving Average Convergence Divergence). MACD dikembangkan oleh Gerald Appel pada akhir tahun 1970-an. Indikator ini dirancang untuk mengidentifikasi perubahan momentum, arah tren, dan kekuatan tren. MACD adalah indikator yang sangat serbaguna – ia dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal beli/jual, mengkonfirmasi tren, dan mendeteksi potensi pembalikan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang MACD, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, hingga tiga pola utama yang paling penting: Crossover, Histogram Divergence, dan Zero Line Crossing. Apa Itu MACD? MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator momentum yang mengikuti tren (trend-following momentum indicator). Ia menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  2. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  3. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  4. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  5. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  6. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  7. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  8. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  9. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  10. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas

TradingView Chart - WEGE