Update: Jumat, 14 Agustus 2026

BNLI

PT. Bank Permata Tbk.

Rp 2.110
-1.86%
Volume
1.622 lot
MA 5
2.150
MA 20
2.244
RSI
17.65
High
2.140
Low
2.000
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.13%
Support (10d)
2.000
Resistance (10d)
2.210
Volume Trend (10d)
-54.1%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-11.34 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.7) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNLI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.152 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.321 - 2.427 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.962 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

Dalam dunia investasi saham sektor keuangan, bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang populer. Namun, bagaimana dengan perusahaan asuransi? Jawabannya adalah Risk Based Capital (RBC). Bagi investor yang ingin membeli saham asuransi jiwa maupun asuransi umum, memahami RBC adalah sebuah keharusan. Rasio ini adalah barometer paling cepat untuk menilai apakah sebuah perusahaan asuransi dalam kondisi sehat, rawan, atau bahkan berisiko kolaps. Artikel ini akan membahas apa itu RBC, bagaimana cara membaca angkanya, serta implikasinya terhadap harga saham emiten asuransi di bursa. Apa Itu Risk Based Capital (RBC)? Risk Based Capital adalah standar kecukupan modal minimum yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perusahaan asuransi. Secara konsep, RBC adalah perbandingan antara modal yang dimiliki perusahaan dengan modal minimum yang dibutuhkan untuk menutupi berbagai risiko yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  2. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  3. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  4. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  5. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  6. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  7. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  10. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom

TradingView Chart - BNLI