Update: Jumat, 22 Mei 2026

ARII

PT. Atlas Resources Tbk.

Rp 268
+1.52%
Volume
404 lot
MA 5
274
MA 20
290
RSI
41.86
High
274
Low
262

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.02%
Support (10d)
260
Resistance (10d)
304
Volume Trend (10d)
-60.9%
Score
10
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-3.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -854 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp260, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp304.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 247 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

Dalam dunia trading saham, banyak sekali indikator teknikal yang digunakan untuk mengenali pola, tren, atau sinyal beli dan jual. Mulai dari Moving Average, RSI, MACD, hingga Bollinger Bands. Namun, ada satu indikator yang kerap dianggap unik karena fungsinya tidak untuk mencari pola. Indikator itu adalah ATR (Average True Range). ATR tidak pernah memberi tahu Anda apakah harga saham akan naik, turun, atau sideways. ATR tidak menghasilkan garis support-resistance dinamis, dan tidak memberikan sinyal overbought atau oversold. Lalu, untuk apa ATR digunakan? Jawabannya sederhana: ATR dirancang khusus untuk mengelola volatilitas dan menentukan stop loss yang adaptif. Apa Itu ATR (Average True Range)? Dikembangkan oleh Welles Wilder (tokoh di balik RSI dan Parabolic SAR), ATR mengukur seberapa besar pergerakan harga suatu saham dalam periode tertentu. Wilder...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  2. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  3. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  4. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  5. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  6. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  7. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  8. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  9. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  10. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

TradingView Chart - ARII