Update: Jumat, 22 Mei 2026

ROTI

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Rp 510
+0.99%
Volume
16.260 lot
MA 5
549
MA 20
614
RSI
13.16
High
515
Low
488

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.06%
Support (10d)
488
Resistance (10d)
635
Volume Trend (10d)
-18.0%
Score
30
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-36.65 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.550 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ROTI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp488, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp635.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 464 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  2. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  3. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  4. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  5. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  6. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  7. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  8. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  9. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  10. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - ROTI