Update: Senin, 5 Oktober 2026

ROTI

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Rp 565
+0.89%
Volume
1.811 lot
MA 5
561
MA 20
578
RSI
33.33
High
570
Low
560
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.46%
Support (10d)
555
Resistance (10d)
585
Volume Trend (10d)
+31.8%
Score
55
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-3.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.174 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ROTI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp555, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp585.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 585 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 644, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 555 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan perusahaan publik, terutama yang memiliki anak usaha, sering muncul pos bernama Minority Interest (kepentingan non-pengendali). Banyak investor pemula mengabaikan pos ini atau justru salah memahaminya. Padahal, analisis yang tepat atas minority interest bisa mengungkap kualitas laba inti, risiko struktur perusahaan, dan potensi valuasi yang keliru. 1. Apa Itu Minority Interest? Minority Interest adalah bagian kepemilikan saham anak perusahaan yang tidak dimiliki oleh induk perusahaan. Dengan kata lain, ketika perusahaan induk hanya menguasai, misalnya, 80% saham anak usaha, maka sisanya 20% adalah hak pihak lain (minoritas). Dalam laporan keuangan konsolidasi, seluruh pendapatan dan beban anak usaha digabung 100% ke dalam laporan induk. Namun, laba yang menjadi hak pemegang saham minoritas harus dikeluarkan dari laba bersih yang bisa diatribusikan kepada pemegang saham induk. Penyajian...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  2. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  3. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  4. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  5. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  6. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  7. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  8. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  9. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  10. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham

TradingView Chart - ROTI