Update: Kamis, 11 Juni 2026

ROTI

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Rp 570
0.00%
Volume
22.678 lot
MA 5
556
MA 20
560
RSI
47.06
High
590
Low
560
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.78%
Support (10d)
510
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
+21.9%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-14.93 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.587 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ROTI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp510, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 581 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 627 - 656 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 530 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  2. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  3. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  4. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  5. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  6. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  7. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  8. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  9. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  10. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

TradingView Chart - ROTI