Update: Senin, 6 Juli 2026

INPC

PT. Bank Artha Graha Internasional Tbk.

Rp 130
-1.52%
Volume
15.826 lot
MA 5
127
MA 20
129
RSI
39.02
High
133
Low
128
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.83%
Support (10d)
121
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
-43.2%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-11.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.450 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INPC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp121, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 115 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar

Dalam investasi saham, tidak semua pergerakan harga diciptakan sama. Ada saham yang bergerak liar naik turun setiap hari (volatilitas tinggi), ada pula yang cenderung stabil (volatilitas rendah). Banyak investor pemula secara tidak sadar memberikan bobot yang sama pada saham-saham ini, atau bahkan lebih parahnya — mengalokasikan dana terbesar ke saham yang paling bergejolak karena tergiur potensi keuntungan cepat. Metode Volatility Weighting hadir sebagai pendekatan alokasi yang lebih cerdas: Anda memberikan porsi lebih kecil pada aset yang berisiko tinggi, dan porsi lebih besar pada aset yang lebih stabil. Tujuannya adalah untuk mencapai risiko portofolio yang seimbang, bukan sekadar nilai nominal yang seimbang. Apa Itu Volatility Weighting? Volatility Weighting (juga dikenal sebagai Risk-Weighting atau Volatility Targeting) adalah strategi alokasi di mana ukuran posisi setiap saham berbanding terbalik...

Artikel menarik lainnya:

  1. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  2. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  3. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  4. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  5. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  6. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  7. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  8. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  9. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  10. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan

TradingView Chart - INPC