Update: Senin, 6 Juli 2026

AMRT

PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Rp 1.395
0.00%
Volume
356.243 lot
MA 5
1.383
MA 20
1.384
RSI
51.09
High
1.420
Low
1.380
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.82%
Support (10d)
1.350
Resistance (10d)
1.520
Volume Trend (10d)
-58.1%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-0.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -87.536 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMRT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.350, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

Apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan sedang merugi? PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak terdefinisi atau negatif. EV/EBITDA pun bisa ikut negatif jika EBITDA-nya juga merah. Lalu bagaimana cara menilai apakah saham perusahaan yang sedang rugi itu masih layak diperhatikan atau sudah sebaiknya dihindari? Di sinilah Price to Sales (P/S) hadir sebagai solusi. Apa Itu Price to Sales (P/S)? Price to Sales (P/S) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan pendapatan (penjualan) perusahaan. Sederhananya, P/S menjawab pertanyaan: "Berapa rupiah investor bersedia membayar untuk setiap satu rupiah pendapatan perusahaan?" Rumus P/S: P/S = Harga Saham / Pendapatan per Saham Atau secara total: P/S = Kapitalisasi Pasar / Total Pendapatan (Penjualan) Contoh Sederhana: Perusahaan A (sedang untung): Harga saham = Rp2.000 Pendapatan per saham = Rp500...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  2. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  3. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  4. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  5. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  6. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  7. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  8. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  9. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  10. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?

TradingView Chart - AMRT