Update: Kamis, 20 Agustus 2026

AMRT

PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Rp 1.375
+1.48%
Volume
182.499 lot
MA 5
1.370
MA 20
1.366
RSI
55.56
High
1.385
Low
1.355
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.86%
Support (10d)
1.315
Resistance (10d)
1.440
Volume Trend (10d)
-21.3%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-3.17 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -24.159 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMRT saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.315, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.440.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.375 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.581 - 1.719 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.306 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar

PER (Price to Earnings Ratio) adalah alat paling populer untuk menilai mahal atau murahnya saham. Tapi PER memiliki satu kelemahan besar: PER hanya melihat sisi ekuitas (kepemilikan) dan mengabaikan utang. Bayangkan dua perusahaan dengan laba dan harga saham yang sama persis: Perusahaan Harga Saham EPS PER Utang Perusahaan A Rp1.000 Rp100 10x Rp0 (tanpa utang) Perusahaan B Rp1.000 Rp100 10x Rp5 M (utang besar) PER keduanya sama-sama 10x. Tapi perusahaan mana yang lebih murah? Jelas Perusahaan A lebih sehat karena tidak punya utang. PER tidak bisa menangkap perbedaan ini. Di sinilah EV/EBITDA hadir sebagai solusi. Apa Itu EV/EBITDA? EV/EBITDA adalah rasio yang mengukur nilai perusahaan secara keseluruhan (termasuk utang) dibandingkan dengan kemampuan operasionalnya menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Rumusnya sederhana tapi perlu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  2. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  3. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  4. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  5. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  6. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  7. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  8. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  9. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  10. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami

TradingView Chart - AMRT