Update: Senin, 5 Oktober 2026

ASII

PT. Astra International Tbk.

Rp 4.750
+2.59%
Volume
597.643 lot
MA 5
4.638
MA 20
4.784
RSI
41.46
High
4.770
Low
4.660
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.21%
Support (10d)
4.510
Resistance (10d)
4.880
Volume Trend (10d)
+20.6%
Score
35
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-0.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -37.737 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASII saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.510, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.880.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.285 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  2. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  3. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  4. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  5. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  6. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  7. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  8. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  9. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  10. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

TradingView Chart - ASII