Update: Kamis, 15 Oktober 2026

TAMA

PT. Lancartama Sejati Tbk.

Rp 186
-1.06%
Volume
5.803 lot
MA 5
189
MA 20
192
RSI
43.66
High
188
Low
186
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.95%
Support (10d)
186
Resistance (10d)
208
Volume Trend (10d)
-49.8%
Score
20
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-9.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp186, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp208.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 177 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu MACD (Moving Average Convergence Divergence). MACD dikembangkan oleh Gerald Appel pada akhir tahun 1970-an. Indikator ini dirancang untuk mengidentifikasi perubahan momentum, arah tren, dan kekuatan tren. MACD adalah indikator yang sangat serbaguna – ia dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal beli/jual, mengkonfirmasi tren, dan mendeteksi potensi pembalikan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang MACD, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, hingga tiga pola utama yang paling penting: Crossover, Histogram Divergence, dan Zero Line Crossing. Apa Itu MACD? MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator momentum yang mengikuti tren (trend-following momentum indicator). Ia menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  2. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  3. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  4. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  5. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  6. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  7. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  8. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  9. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  10. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda

TradingView Chart - TAMA