Update: Jumat, 11 September 2026

WEHA

PT. WEHA Transportasi Indonesia Tbk.

Rp 110
-0.90%
Volume
60.902 lot
MA 5
112
MA 20
109
RSI
58.33
High
113
Low
108
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.29%
Support (10d)
108
Resistance (10d)
120
Volume Trend (10d)
+85.8%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
6.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -274 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WEHA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp108, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp120.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 120 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 132, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 108 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi

Dalam perjalanan berinvestasi di pasar saham, setiap investor pada akhirnya akan menghadapi satu pertanyaan besar yang tak pernah usang: Mengapa harga saham bisa berbeda jauh dari nilai fundamental perusahaan? Ada kalanya saham dengan laba hancur justru melambung, sementara saham dengan kinerja cemerlang terpuruk. Ada masa ketika seluruh analisis fundamental menunjukkan sinyal beli yang kuat, namun harga terus turun. Dan sebaliknya, ketika semua indikator sudah merah (overvalued), pasar tetap bullish selama bertahun-tahun. Artikel ini adalah analisis final yang merangkum seluruh perdebatan klasik antara fundamental (nilai intrinsik perusahaan) dan harga pasar (apa yang bersedia dibayar oleh publik). Kita akan membahas mengapa keduanya kerap tidak sinkron, siapa yang "benar" dalam jangka panjang, dan bagaimana investor cerdas memanfaatkan kesenjangan ini. Dua Dunia yang Berbeda Pada dasarnya, fundamental dan harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  2. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  3. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  4. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  5. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  6. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  7. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  8. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  9. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  10. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham

TradingView Chart - WEHA