Update: Jumat, 22 Mei 2026

ASJT

PT. Asuransi Jasa Tania Tbk.

Rp 177
+2.91%
Volume
407 lot
MA 5
176
MA 20
186
RSI
31.43
High
178
Low
170

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.08%
Support (10d)
160
Resistance (10d)
192
Volume Trend (10d)
+42.0%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-5.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (31.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -174 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASJT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp160, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp192.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 152 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan

Seorang investor membeli saham karena FOMO—melihat teman-temannya cuan besar. Tanpa rencana, ia membeli di harga puncak. Ketika harga turun, ia panik dan menjual di harga terendah. Ia rugi. Investor lain membeli saham yang sama, di waktu yang sama, dengan harga yang sama. Namun ia memiliki rencana: target profit di 20%, stop loss di 8%. Ketika harga turun 8%, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ketika harga naik ke target, ia ambil untung. Ia konsisten untung dalam jangka panjang. Apa bedanya? Rencana trading (trading plan). Investor pertama bertindak berdasarkan emosi dan reaksi spontan. Investor kedua bertindak berdasarkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, bahkan sebelum harga bergerak. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana membangun rencana trading yang efektif, komponen apa saja yang harus ada, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  2. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  3. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  4. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  5. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  7. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  8. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  9. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  10. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya

TradingView Chart - ASJT