Update: Jumat, 22 Mei 2026

SKLT

PT. Sekar Laut Tbk.

Rp 187
-1.58%
Volume
432 lot
MA 5
194
MA 20
215
RSI
14.55
High
188
Low
184

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.96%
Support (10d)
182
Resistance (10d)
230
Volume Trend (10d)
-28.4%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-15.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -325 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SKLT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp182, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 173 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?

Pengingat Singkat: Apa Itu PBV? Sebelum mendalam, mari ingat kembali: PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham PBV = 1: Harga saham sama dengan nilai buku. PBV > 1: Harga saham lebih mahal dari nilai buku. PBV < 1: Harga saham lebih murah dari nilai buku. Nilai buku adalah nilai bersih aset perusahaan jika semua aset dijual dan semua utang dilunasi. Contoh sederhana: Nilai buku per saham = Rp1.000 Harga saham = Rp800 PBV = 800 / 1.000 = 0,8x (kurang dari 1) Artinya: Anda bisa membeli perusahaan dengan harga 20% lebih murah dari nilai aset bersihnya. Secara teori, jika perusahaan dibubarkan hari ini, Anda akan mendapat Rp1.000 untuk setiap saham yang Anda beli seharga Rp800. Kedengarannya seperti kesempatan besar, bukan? Tapi tunggu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  2. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  5. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  6. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  7. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  8. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal

TradingView Chart - SKLT