Update: Selasa, 14 Juli 2026

ASLC

PT. Autopedia Sukses Lestari Tbk.

Rp 60
0.00%
Volume
27.104 lot
MA 5
60
MA 20
60
RSI
60.00
High
61
Low
59
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.23%
Support (10d)
56
Resistance (10d)
61
Volume Trend (10d)
-52.5%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -172 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASLC saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp56, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp61.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 56, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan asuransi jiwa. Keduanya melaporkan laba bersih yang hampir sama. Keduanya memiliki rasio Price to Embedded Value (P/EV) yang mirip. Namun satu perusahaan harganya terus naik, sementara yang lain stagnan. Apa bedanya? Jawabannya terletak pada Value of New Business (VNB) —metrik yang mengukur nilai yang diciptakan dari penjualan polis asuransi baru. Perusahaan pertama memiliki VNB yang tumbuh 25% per tahun. Perusahaan kedua hanya 5%. Pasar menghargai perusahaan yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan dari polis baru, bukan hanya mengelola polis lama. Dalam artikel sebelumnya, kita membahas tentang Embedded Value (EV) —nilai dari polis yang sudah ada. Artikel ini akan membahas Value of New Business (VNB) —nilai dari polis yang baru dijual, yang merupakan mesin pertumbuhan perusahaan asuransi jiwa. Apa Itu Value...

Artikel menarik lainnya:

  1. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  2. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  3. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  4. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  5. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  6. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  7. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  8. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  9. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  10. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

TradingView Chart - ASLC