Update: Jumat, 23 Oktober 2026

TPMA

PT. Trans Power Marine Tbk.

Rp 396
-0.50%
Volume
18.111 lot
MA 5
385
MA 20
428
RSI
31.58
High
400
Low
388
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.78%
Support (10d)
354
Resistance (10d)
450
Volume Trend (10d)
+134.7%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-16.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (31.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 880 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TPMA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp354, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 404 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 436 - 455 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 368 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor

Setiap investor pasti pernah mengalaminya: saham yang dibeli justru terus turun. Di awal, Anda berpikir, "Ini hanya koreksi biasa." Lalu harga turun lebih dalam. Anda mulai cemas, tetapi tetap bertahan dengan harapan harga akan kembali naik. Ketika turun lebih parah, Anda sudah berada dalam posisi rugi besar—terlambat untuk keluar, terlalu sakit untuk menahan. Inilah yang disebut loser's game: menahan kerugian terlalu lama dengan harapan sia-sia. Padahal, ada satu disiplin sederhana yang bisa menyelamatkan modal Anda sejak awal, yaitu cutting loss (memotong kerugian). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cutting loss: definisi, mengapa sulit dilakukan, manfaatnya, cara menentukan titik potong rugi, serta bagaimana membangun disiplin yang konsisten. Apa Itu Cutting Loss? Cutting loss adalah tindakan menjual saham yang sedang mengalami kerugian (posisi rugi) secara disiplin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  2. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  3. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  4. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  5. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  6. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  7. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  8. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  9. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  10. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne

TradingView Chart - TPMA