Update: Jumat, 22 Mei 2026

BCAP

PT. MNC Kapital Indonesia Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
19.146 lot
MA 5
50
MA 20
52
RSI
16.67
High
50
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.54%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
52
Volume Trend (10d)
-76.7%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-3.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.163 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCAP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp52.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

Dalam dunia investasi saham, ada satu strategi yang terdengar sangat masuk akal: ketika harga saham turun, mengapa tidak membeli lebih banyak? Dengan begitu, rata-rata harga beli Anda menjadi lebih rendah. Ketika harga kembali naik, Anda akan untung lebih cepat. Strategi ini disebut averaging down. Pada saham-saham berfundamental bagus yang hanya mengalami koreksi sementara, averaging down bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun pada saham dengan fundamental yang rusak, averaging down bukanlah strategi. Ia adalah jalan pintas menuju kehancuran. Banyak investor pemula yang terjebak dalam perangkap ini. Mereka melihat harga saham turun 30 persen, berpikir "murah", lalu menambah posisi. Harga turun lagi 50 persen, mereka menambah lagi. Harga turun 80 persen, mereka panik, tetapi sudah terlalu dalam untuk keluar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka beli bukanlah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  2. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  3. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  6. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  7. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  8. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  9. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  10. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern

TradingView Chart - BCAP