Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BCAP

PT. MNC Kapital Indonesia Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
11.749 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
50
Low
50
Nilai
0/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.13%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
-88.4%
Score
0
Win Rate (30d)
3.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCAP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 100.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 0 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?

Dua investor membaca laporan keuangan perusahaan yang sama. Investor A paling terkesan dengan laba fantastis yang diumumkan bulan lalu. Ia mengabaikan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir karena data terbaru terasa paling relevan. Ia membeli saham tersebut. Investor B paling terkesan dengan kinerja buruk perusahaan dua tahun lalu saat pandemi. Ia mengabaikan pemulihan signifikan dalam dua kuartal terakhir karena kesan awal terlalu kuat. Ia melewatkan peluang membeli di harga murah. Dua investor yang sama-sama membaca data yang sama, tetapi mengambil keputusan berbeda. Keduanya menjadi korban dari bias yang berlawanan: recency effect (Investor A) dan primacy effect (Investor B). Artikel ini akan membahas dua bias yang sering disebut sebagai "saudara kembar yang bermusuhan"—sama-sama mempengaruhi bagaimana kita menimbang data, tetapi dengan cara yang bertolak belakang. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  2. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  3. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  4. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  5. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  6. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  7. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  8. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  9. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  10. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?

TradingView Chart - BCAP