Update: Senin, 12 Oktober 2026

RANC

PT. Supra Boga Lestari Tbk.

Rp 535
0.00%
Volume
250 lot
MA 5
541
MA 20
546
RSI
33.33
High
560
Low
535
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.12%
Support (10d)
525
Resistance (10d)
560
Volume Trend (10d)
-72.1%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-2.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RANC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp525, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp560.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 499 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

Setiap trader dan investor pasti pernah mengalaminya: harga saham yang Anda beli mulai turun. Bukan sekadar koreksi wajar, tapi sudah menembus batas stop loss yang sebelumnya Anda tetapkan. Namun jari Anda seolah membeku di atas tombol jual. Anda berpikir, "Mungkin besok naik lagi." Besok datang, harga semakin terpuruk. Anda akhirnya menjual di harga jauh lebih rendah, atau bahkan menyimpannya hingga menjadi "investasi jangka panjang" yang tak direncanakan. Inilah yang disebut loss aversion—salah satu konsep paling kuat dalam psikologi keuangan yang membuat cut loss terasa menyiksa. Apa Itu Loss Aversion? Loss aversion adalah kecenderungan manusia untuk lebih merasakan sakit akibat kerugian daripada kenikmatan dari keuntungan yang besarnya setara. Penelitian peraih Nobel Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan bahwa secara psikologis, rasa sakit karena kehilangan uang Rp1...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  2. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  3. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  4. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  5. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  6. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  7. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  9. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  10. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat

TradingView Chart - RANC