Update: Senin, 5 Oktober 2026

AUTO

PT. Astra Otoparts Tbk.

Rp 3.450
+2.37%
Volume
43.650 lot
MA 5
3.352
MA 20
3.345
RSI
58.49
High
3.510
Low
3.330
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.21%
Support (10d)
3.240
Resistance (10d)
3.510
Volume Trend (10d)
+0.7%
Score
75
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
11.29 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.752 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AUTO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.240, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 3.450 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.968 - 4.313 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 3.278 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  2. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  3. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  8. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  9. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  10. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

TradingView Chart - AUTO