Update: Jumat, 22 Mei 2026

AMAG

PT. Asuransi Multi Artha Guna Tbk.

Rp 396
+1.54%
Volume
139 lot
MA 5
396
MA 20
422
RSI
25.00
High
396
Low
378

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.40%
Support (10d)
370
Resistance (10d)
422
Volume Trend (10d)
-22.2%
Score
50
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-9.59 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMAG saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp370, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp422.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 370, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  2. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  3. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  4. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  5. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  6. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  7. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  8. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  9. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - AMAG