Update: Jumat, 22 Mei 2026

AYAM

PT. Janu Putra Sejahtera Tbk.

Rp 308
+2.67%
Volume
496.063 lot
MA 5
313
MA 20
332
RSI
24.14
High
314
Low
294

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.59%
Support (10d)
294
Resistance (10d)
344
Volume Trend (10d)
+18.1%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-6.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.420 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AYAM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp294, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp344.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 279 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin terlihat rumit pada pandangan pertama – banyak garis, warna-warni, dan area seperti awan. Indikator itu adalah Ichimoku Kinko Hyo, atau yang lebih dikenal sebagai Ichimoku Cloud. Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, pada akhir tahun 1930-an. Nama "Ichimoku Kinko Hyo" secara harfiah berarti "grafik keseimbangan satu pandang" – artinya, dengan satu pandangan (sekali lihat), seorang trader seharusnya sudah bisa menilai apakah suatu saham layak dibeli, dijual, atau dihindari. Meskipun terlihat kompleks, Ichimoku sebenarnya adalah sistem indikator yang sangat terstruktur. Ia menggabungkan beberapa elemen analisis teknikal ke dalam satu tampilan: moving average, support/resistance, momentum, dan trailing stop. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ichimoku Kinko Hyo, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, interpretasi awan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  2. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  3. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  4. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  5. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  6. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  7. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  8. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  9. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - AYAM